PSIKOLOGI ITU APA?

Psychology berasal dari 2 kata, yaitu psyche (“soul” or “mind”) and logos (“word” or “the study of”), karena itu, sebelum tahun 1920-an, psikologi pernah didefinisikan sebagai studi mengenai pikiran (mind) atau jiwa (soul).

Namun, definisi itu tidak cocok, karena pertama-tama, pikiran itu tidak bisa diamati (tidak terlihat). Kedua, pikiran itu bukan benda (objek) yang “sama” atau “tetap” terus-menerus, tetapi berproses. Pikiran kita itu, bisa diumpamakan sebagai aliran sungai, bukan sungainya. Bisa juga diumpamakan sebagai pergerakan mobil, dan bukan mobilnya. Dengan demikian, psikologi didefinisikan lagi menjadi:

“Studi yang sistematis mengenai perilaku (behavior) dan pengalaman (experience).”

Perlu digarisbawahi bahwa psikologi bukan hanya mempelajari mengenai perilaku, tetapi juga pengalaman. Psikologi memperhatikan bagaimana orang mempersepsikan sesuatu dan persepsi[1] seseorang itu berkaitan dengan pengalamannya, yang kemudian menentukan perilakunya.
Contohnya:
Si Opi (kelas 7) nilainya jelek terus setiap kali ujian, padahal kalau dipanggil maju mengerjakan soal di papan tulis, selalu benar. Opi bahkan bisa menjelaskannya kepada teman-teman. Apakah masalahnya?

Setelah melakukan diskusi beberapa kali ditemukan bahwa garis merah pada kertas ulangan mengingatkan Opi pada nilai-nilainya yang jelek dan dilingkari dengan tinta merah oleh guru kelas 3 SD, sehingga ia menerima hukuman dari ayahnya. Jadi, garis merah pada kertas ulangan menimbulkan kegelisahan dan menyebabkan Opi sulit fokus saat ujian.

[1] Persepsi adalah tindakan mengenali dan menafsirkan informasi yang diterima panca indra. Persepsi ini memberi kita gambaran dan pemahaman mengenai orang lain dan lingkungan.
Terima kasih mbak Retha kecil.
Sumber: James W. Kalat. (2014). Introduction to Psychology. USA: Wadsworth Cengage Learning, p.3.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *